" Tabayyun "

thumbnail
Satu Saat, Saya Bersama Seorang Teman Mengunjungi Kediaman Salah Satu Habib yang ada di Pulau Dewata- Bali.Habib ini adalah Anak dari Salah Seorang Habib yang dikenal sebagai Salah satu Pelopor Syiar Islam di Pulau Dewata.Konon menurut Beberapa Cerita yang pernah Saya Dengar, Habib ini adalah salah satu Tokoh Syiah.Kedatangan Kami kesana selain Untuk Bersilaturrahmi juga untuk Bertabayyun atas Berita yang pernah Kami dengar.Menurut Fikiran Kami saat Itu, Tidaklah Baik bila kami " Menghukum " Seseorang hanya dari Kabar Burung tanpa pernah kami nyatakan Kebenaran kabar tersebut Bukan ? Kami pun mengunjungi Kediaman Beliau. Setelah Berbasa - Basi sejenak, Beliaupun Bertanya kepada Saya..
Habib : Nama Antum Siapa ?
Saya : Nama Saya...( Ada pada Redaksi hehehe )
Habib : Lhoo...Nama Antum koq mirip dengan Nama Orang Persia ? Antum Syiah ?
Saya : Bukan Habib ! Saya Asli Orang Jawa dan Saya 100% Nahdliyyin Tulen...hehehe
Habib : Antum jangan Taqiyyah di depan Ana yaa Akhy ! Akui Saja..
Saya : Bukan Habib ! Saya Asli Orang Jawa dan Nama saya pemberian Bapak Saya...hehehe
Habib : Baiklah Kalau Antum tidak mengaku gak masalah ! Ana tau Antum sungkan di Depan Shohib Antum...Ana faham itu ! hehehee...Begini Yaa Akhy, Ana punya satu pertanyaan Buat Antum. Antum saya harap bisa menjawab pertanyaan Ana ya ??
Saya : Insya Allah bila saya mampu, Saya akan menjawab pertanyaan Habib ! Tentang apa Bib ?
Habib : Menurut Antum, Kebenaran itu ada Berapa ?
Saya : Kebenaran pasti hanya Satu Bib ! Tidak ada Kebenaran yang Mendua. Tapi, Tafsir terhadap Sesuatu yang dianggap Benar itu tetap saja Ganda bukan dan gak mungkin satu ?? Hehehhee...
Habib : Antum Benar ! Sekarang jawab pertanyaan Ana, Dalam Perang Jamal, Terjadi Perseteruan antara Sayyidina Ali selaku Penguasa di satu fihak dan lawannya adalah Sayyidatina Aisyah dan Beberapa Sahabat lain. Naahhhh...Jika tadi Antum menjawab Kebenaran hanya satu,lalu Kebenaran berada di fihak siapa saat itu ??
Saya : Begini Habib,Bukan masalah Kebenaran di fihak Siapa saat itu tapi yang perlu saya jawab adalah : Kebenaran Berada di Fihak mereka bukan berada di Fihak Kami yang jauh dari Masa Hidup Mereka ! Bagi Kami, Sayyidina Ali Benar- Sayyidatina Aisyah juga Benar - Sahabat yang lain pun Benar pula ! Kenapa Saya sebut Kebenaran berada di Fihak mereka semua ? Karena jelas, Acuan kami untuk Menghukum Seseorang yang masa hidupnya amatlah jauh dari kami itu sangat terbatas sementara Menghukum Seseorang berada dalam Fihak yang salah tanpa kami ketahui Kebenarannya yang sejati tentu amat sangat tidak adil bukan ?? Naahhh...Kebenaran hanyalah Milik Allah SWT dan Mohon maaf,Kami belum diberi Amanat Oleh Allah SWT untuk menerima Berita yang Benar terkait Konflik diantara para Sahabat tersebut ! Hehehehhe.
Mendengar Jawaban Saya, Habib tersebut tersenyum sambil menepuk Pundak Saya. Beliau Berkata : Antum Bijaksana Sekali yaa Akhy ! Beliaupun memberi Saya Kenang kenangan berupa Tas...hehehe
Hingga Hari ini, Hubungan Kami pun tetap terjalin dengan Baik. Jadi Menurut Saya, Perbedaan Tidak Perlu dihadapi dengan Kemarahan ! Satu Berita tidaklah mesti dihadapi dengan Kebencian ! Budayakan Silaturrahmi terhadap Orang yang Berbeda dan Hadapi dengan Senyuman setiap Masalah tentu lebih Elegan bukan dibanding Anda ikut ikutan Tradisi Mengkafirkan - Menyesatkan Orang lain yang Nyata Nyata tidak Anda ketahui Kekafiran dan Kesesatan Mereka ??

" Gusdurisme "

thumbnail
Mohon Maaf. Saya Pribadi Tidak Mengenal dan Tidak tahu apa Itu Gusdurian. Gusdurian Itu apa ? ( Konon Katanya ) Gusdurian adalah Kelompok atau Golongan yang Mengagumi Pemikiran dan Wacana Keislaman yang dahulu digagas Oleh Almaghfurllah KH.Abdurrahman Wahid. Tentang Toleransi - Menghormati Keyakinan dan Pendapat Orang lain yang Berbeda - Tentang Pribumisasi Islam hingga Tentang Hak Asasi Manusia.Berbagai Diskursus atau wacana yang dahulu dilontarkan Oleh Almaghfurllah KH.Abdurrahman Wahid dahulu ( Konon Katanya ) Menjadi Sah dan Afdhol bila Golongan ini yang menyuarakannya.
Benarkah Demikian ?? Achhh....Belum Tentu ! Berlebihan Kiranya bila Gagasan Gagasan Besar dari Sang Tokoh Besar ini hanya disuarakan dan digelorakan oleh Gusdurian ! Tidak Semua Pengagum Gus Dur bisa terwadahi oleh Gusdurian dan Tidak mungkin Gusdurian hanya menjadi satu satunya wadah bagi Pengagum dan Pecinta Gus Dur bukan ?
Jujur, Saya Malah Miris dan Menyayangkan Bila ada Golongan yang mengaku - aku Sebagai Pelanjut dan Pewaris Pemikiran Gus Dur tapi juga merasa perlu mewadahi para pecinta dan Pengagum Gus Dur tersebut dalam sebuah Wadah !! Itu Sungguh sebuah Hal yang amat saya sayangkan !
Lho, Apa alasannya ? Bukankah Menyatukan para Pengagum dan Pecinta ajaran Gus Dur dalam sebuah Wadah itu hal yang bagus Kang ? Bukankah ada sebuah Maqolah yang menyatakan bahwa Kebenaran yang Tidak Ter-organisir akan kalah oleh Kebatilan yang ter-organisir ? Bukankah Kajian Kajian Keislaman yang bercorak Radikal dan Ekslusif saat ini begitu marak dan mewabah di Negeri ini dan kajian kajian Keislaman yang dahulu digagas Oleh Gus Dur yang bercorak Inklusif itu layak bila dijadikan Kajian dan Sparring Partner yang ideal bagi Kajian Keislaman yang Bercorak Radikal dan Ekslusif Itu kang ?
Jawab : Aaachhhh....Itu Sih Alasan Sampean Saja ! Bagi Saya, Sosok Almukarrom Almaghfurllah Gus Dur terlalu Kecil bila hanya " Terbatasi " Ruang Lingkupnya oleh Sebuah Wadah yang Bernama Gus Durian ! Wacana Keislaman yang amat Luar Biasa yang dahulu dilontarkan Oleh Almaghfurllah Gus Dur tentu adalah wacana yang multitafsir. Orang Berhak menafsirkan apa itu Makna Pluralisme Versi Beliau ( Gus Dur ) sebatas Pemahaman mereka ! Orang Berhak menafsirkan Ide Pribumisasi Islam yang dahulu digagas Oleh Beliau cukup dengan Satu Makna, Bahwa Islam itu Tidak Bertentangan dengan Budaya Budaya yang Ada !! Membuat Satu Wadah untuk menampung para Pengagum dan Pecinta ajaran Gus Dur Saya fikir hanya akan membalik Jarum Jam Sejarah !! Kita Ingat dahulu, Bagaimana Tokoh Besar yang amat Kita Cintai ini pada akhirnya harus " DIPAKSA " Oleh Lingkaran Sekeliling Beliau dengan Menjadi " Tukang Stempel " Kelahiran Partai Politik Baru yang digembar gemborkan sebagai Satu Satunya Partai Nahdliyyin Ini !! Partai yang pada Akhirnya harus menjadi Malin Kundang dalam Catatan Sejarah ! Partai yang pada akhirnya Berani melakukan Tindakan Memecat Terhadap Gus Dur, Seorang Ulama yang Begitu kami cintai dan kami Hormati !!
Kita Tentu Juga Masih Ingat,Pada PILPRES ( Pemilihan Presiden ) Kemarin, Beberapa Orang yang mengaku sebagai Pewaris Ajaran Gus Dur pada akhirnya juga harus ikut arus terbawa dalam pusaran Dukung Mendukung Calon Presiden yang mengancam bukan hanya Ukhuwwah Nahdliyyah Semata tapi Juga Ukhuwwah Wathoniyyah !
Jadi Menurut Saya, Gak Perlu ada Wadah untuk Menampung dan mewadahi Para Pengagum dan Pecinta Ajaran Gus Dur ! Cukuplah Ajaran Ajaran Beliau kami Yakini dan kami amalkan dalam kehidupan sehari hari. Cukuplah Kami yang Wong Ndeso ini bersikap Tasammuh - Tawassuth - Tawazzun terhadap Orang lain yang Berbeda Aqidah dan keyakinan dengan kami ! Kami gak Butuh Seminar Seminar atau Kumpul Kumpul Sok Ilmiah untuk Membahas dan Membedah Ajaran Ajaran Gus Dur,Seminar bagi kami hanyalah Cara untuk Bersikap Sok Elitis, Sikap yang dahulu amat ditentang Oleh Gus Dur !! Ngopi di Warung Kopi sambil menjaga Silaturrahmi terhadap Sesama sekaligus Memperbincangkan Ide Ide Gus Dur dengan Bahasa yang Kami Kuasai dan kami mengerti tentu akan lebih mengena Bukan terhadap Objek Dakwah ?
Alm.Prof. Nurcholish Madjid - Ahmad Wahib hingga Syafi'i Maarif adalah Tokoh Tokoh Besar Bangsa ini yang Punya pemikiran Keislaman yang ( Mungkin hampir ) sama dengan Gus Dur ! Tapi sayangnya,Pemikiran Keislaman yang digagas oleh Mereka pada akhirnya terkesan hanya mandeg di " Awang - awang " dan tidak banyak Orang yang memahami Ide Ide Beliau Beliau itu ! Kenapa Hal Tersebut Bisa Terjadi ? Menurut Saya, Ide Ide Mereka Tidak Membumi atau Tidak mampu difahami oleh Mayoritas Umat Islam yang faktanya ada di Dusun Dusun atau Desa Desa ! Orang Dusun atau Desa tentu lebih familiar pada nama Gus Dur daripada Mereka ! Meski Orang Desa atau Dusun itu Tidak memahami apa itu makna Pribumisasi Islam yang dahulu digagas oleh Gus Dur tapi pada praktek Kehidupan sehari hari, Kang Paijo - Kang Paiman - Yu Nah - Yu Tun - Mbah Sukidi jelas melaksanakan dan mampu mengaplikasikan dengan amat baik Ide Pribumisasi Islam Tersebut ! Dan Menurut Saya, Biarlah Ngopi Bareng Kang Paijo - Kang Paiman - Yu Nah - Yu Tun - Mbah Sukidi di Warung Warung Kopi di Desa kami bisa kami jadikan sebagai Washilah Penyebaran Ide atau Gagasan Keislaman yang dahulu pernah dilontarkan Oleh Almukarrom Almaghfurllah KH.Abdurrahman Wahid ! Cara Menyebarkan Gagasan Beliau seperti ini tentu saja tidak mungkin mampu dilakukan oleh Para Intelektual diatas kecuali Ahlinya yang memang menguasai Bahasa Ndeso bukan ?? Hehehehehe...
Kanjeng Minak Sembuyu , The Master Of Warung Kopi )

" Antara Tuhan dan Rempah - Rempah "

thumbnail


Anda Tahu,Terdapat Kosakata yang berasal dari Bahasa Indonesia dalam Al-Quran ?? Dalam surat Al-Insan ayat 5, terdapat Kata Kafur yang bermakna kapur. Kapur ? Ya...Ini Kosakata dari Bahasa Kita yang " Terserap " dalam Al - Qur'an. " Dan (di surga) orang-orang saleh akan minum, dari gelas, sejenis minuman yang campurannya adalah kapur (barus).

Beberapa Riwayat Sejarah mencatat bahwa Kapur Barus ( Nama Barus diambil dari Nama Sebuah Daerah di Sumatera yang dahulu dikenal sebagai Penghasil Kapur atau Kamper ini). merupakan komoditas Berharga di sebagian besar belahan dunia, dari Cina sampai kawasan Laut Tengah Beberapa Catatan sejarah dari Sumber tertua yang menyebutkan kamper adalah catatan seorang pedagang Cina awal abad ke-4 Masehi, yang menelusuri Jalur Sutra. Di Barat, catatan tertua tentang kamper berasal dari tulisan seorang dokter Yunani yang tinggal di Mesopotamia, bernama Actius (502-578). Sementara itu, kronik Dinasti Liang (502-557) di Cina mengaitkan kamper dengan sebuah daerah yang nanti dikenal dengan Barus.

Bahkan Seorang Filsuf bernama Ptolemaeus yang hidup pada abad pertama Masehi dalam sebuah tulisannya pernah menuliskan tentang Kapur yang berasal dari Barus ini. Ini Artinya,kapur Made in Barus telah dikenal setidaknya sejak abad pertama Masehi, bahkan di Afrika sana. Bahkan mungkin pada abad-abad sebelumnya. Menurut Cerita,kamper adalah salah satu bahan yang juga digunakan untuk memumikan jenazah para fir’aun di Mesir. Wooowww....!!

Seorang Sejarawan dari Prancis bernama Claude Guillot yang pernah melakukan kajian di Barus dalam sebuah karyanya bahkan mengatakan bahwa Kata Kapur ini berasal dari wilayah di Daerah Asia Selatan atau Asia Tenggara. Naaaahhh....Menarik Bukan Data yang diungkapkan oleh Guillot ini ? Mungkinkah ada Kosakata Kapur dari Bahasa Arab bila di Sana sendiri tidak pernah ditemukan ada Daerah yang menghasilkan Kapur kecuali dari Nusantara ini ?

Dari hal tersebut, Saya memahami betapa Al - Qur'an yang turun pada abad ke 6 M menggunakan Kata Kapur ini dalam Sebuah Ayatnya. Pada Saat Itu, Komoditas Kapur Barus adalah Komoditas Mewah di Dunia. Bahkan Tuhan sendiri menjamin bahwa Penduduk Surga akan dijamu dengan minuman yang berasal dari Campuran Kapur Barus ( Isotonik ?? ). Waaahhh....Berbahagialah Orang Barus !! Horaassss...:D

Beberapa Sejarawan seperti Hamka pernah menulis dalam sebuah Karyanya bahwa Orang Islam datang pertama kali pada abad ke 7 di Negeri ini.Padahal, Komoditas dari Negeri ini dan Hanya Special berasal dari Negeri ini telah dikenal dan dipergunakan oleh Masyarakat Dunia pada abad 1 M. Terbukti Ptolemaus pernah menuliskan Kapur Barus dalam sebuah karyanya bukan ?

Menjadi Menarik Kiranya bahwa Melimpahnya Sumber Daya Alam yang berasal dari Negeri ini seperti Kapur Barus hingga Rempah Rempah telah membuat Negeri ini menjadi Pusat Utama Kedatangan Bangsa Bangsa Asing.Beragam Bangsa Asing tersebut dengan latar Belakang Ideologi dan Keyakinan mereka pun pada akhirnya turut pula mewarnai Kulturdan Budaya hingga Keyakinan Masyarakat Negeri ini.

Menjadi Menarik Pula bila kita kaitkan Kedatangan Bangsa Asing tersebut dengan Keinginan Mereka untuk menguasai dan memonopoli hasil Alam dari Negeri ini. Beragam cara mereka gunakan. Mulai cara Halus hingga cara yang Berdarah Darah !

Pertanyaan Saya Adalah : Apakah Tuhan Tujuan Kita atau Rempah Rempah dan Kapur Barus ( Ekonomi ) Sebenarnya Tujuan Kita Beragama?? Tentu Anda Sendiri yang Bisa Menjawab Pertanyaan Tersebut Bukan ?? Hehehehhee...:D

Kirab Resolusi Jihad

thumbnail
ALUR DAN JADWAL
KIRAB RESOLUSI JIHAD NAHDLATUL ULAMA
DALAM RANGKA MENYAMBUT HARI SANTRI

MINGGU, 18 OKTOBER 2015
1. Pemberangkatan rombongan kirab dari Bubutan, Surabaya menuju Tugu Pahlawan.
2. Pelepasan dan penyerahan Pataka NU di Tugu Pahlawan.
3. Singgah di Masjid Agung Gresik dan silaturrahim dg PCNU Gresik.
4. Singgah di Masjid Agung Lamongan dan silaturrahim dengan PCNU Lamongan.
5. Singgah dan bermalam di pendopo Kabupaten Tuban, ziarah maqbaroh Sunan Bonang, Tahlil, dan Istighosah.

SENIN, 19 OKTOBER 2015
1. Sowan, silaturrahim, mohon do'a restu dan ijazah kepada KH. Maimun Zubair.
2. Ziarah maqbaroh KH. Ma'shum.
3. Sowan, silaturrahim, mohon do'a restu dan ijazah kepada KH. A. Mushtofa Bisri dilanjutkan ziarah maqbaroh KH. Bisri Mushtofa.
5. Sowan dan Silaturrahim ke Kajen, Pati.
6. Ziarah Maqbaroh KH. R. Asnawi, Kudus.
7. Istighosah, Tahlil, dan ziarah wali di Masjid Agung Demak.
8. Bermalam di Semarang.

SELASA, 20 OKTOBER 2015
1. Pemberangkatan rombongan kirab dari maqbaroh KH. Sholeh Darat.
2. Sowan, silaturrahim, mohon do'a restu dan ijazah kepada KH. Dimyati Rois, Kaliwungu, Kendal.
3. Silaturrahim dengan alim ulama, PCNU, dan warga nahdliyin Kabupaten Batang.
4. Sowan, silaturrahim, mohon do'a restu dan ijazah kepada Habib Luthfi bin Yahya, Pekalongan.
5. Silaturrahim dengan alim ulama, PCNU, dan warga nahdliyin Kabupaten Pemalang.
6. Silaturrahim dengan alim ulama, Bupati, PCNU, dan warga nahdliyin Kabupaten dan Kota Tegal.
7. Silaturrahim dengan alim ulama, PCNU, dan warga nahdliyin Kabupaten Brebes.
8. Sowan, silaturrahim, mohon do'a restu dan ijazah kepada KH. Mahtum Hannan.
9. Sowan, silaturrahim, mohon do'a restu dan ijazah kepada KH. Ayip Abdullah Abbas.
10. Sowan, silaturrahim, mohon do'a restu dan ijazah kepada KH. Mushtofa Aqil.

RABU, 21 OKTOBER 2015
1. Ziarah maqbaroh KH. Abdul Halim Majalengka.
2. Silaturrahim dengan alim ulama, PCNU Subang, dan warga nahdliyin Kabupaten Subang.
3. Silaturrahim dengan alim ulama, PCNU, dan warga nahdliyin Kabupaten Karawang.
4. Silaturrahim dan ziarah maqbaroh KH. Makmun Nawawi di Pesantren Cibarusah Bekasi.

KAMIS, 22 OKTOBER 2015
1. Perjalanan dari Pesantren Cibarusah Bekasi ke DKI Jakarta dan berakhir di Tugu Proklamasi ditandai dengan Penyerahan Pataka NU dan Bendera Merah Putih dari Pimpinan Rombongan Kirab Resolusi Jihad NU kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

" Abu Zandal VS Paijo "

thumbnail
    Sudahlah Teman...Menimpakan Kesalahan dan Dosa Diri Sendiri pada Orang lain jelas bukanlah ajaran Rasul SAW !  Hudzaifah r.a. berkata: Saya telah mendengar Nabi SAW bersabda: Tidak akan masuk surga seseorang yang memfitnah ( HR.Bukhari, Muslim). Naaahhh....Jika Anda masih Mengaku Diri Anda Sebagai Pengikut Rasulullah maka Hentikan Fitnah ! Apalagi Anda Orang Indonesia bukan ?? Untuk apa Anda larut dalam Pertengkaran yang awalnya Bukan Berasal dari Negeri Kita ini ? Anda Benci Syi'ah tapi Nyatanya Pengetahuan Anda Tentang Syi'ah juga masih amat Minim Tho ? Anda Jengkel Pada Iran tapi nyatanya Anda juga minim Pengetahuan tentang Negara tersebut Tho ? Di Negara Ini, Begitu banyak Pola dan Warna warni Aliran  tapi nyatanya Aman aman saja Tho ? Lalu, Untuk apa kalian Ikut Ikutan Ribut ? Di Bengkulu, Anda Bisa menemukan Makam Seorang Ulama Syi'ah yang berasal dari India. Ulama tersebut bernama Syaikh Burhanuddin atau Lebih dikenal dengan nama Imam Senggolo. Ritual Tabot yang Hingga Kini menjadi andalan Pariwisata Bengkulu adalah Warisan dari Syaikh Burhanuddin sebagai Upacara untuk mengenang Syahidnya Imam Hussain di Karbala.Ritual Tabot juga banyak ditemukan dan dilakukan oleh Sebagian Masyarakat Sumatera Barat. Naaahhh.....Anda Membenci Syi'ah tapi nyatanya Warisan Ritual Mereka malah dilakukan Oleh Saudara Sebangsa Kita ! Itu Hukumnya bagaimana ?  Semoga Dialog Ini dapat Membuka Mata Anda bahwa Hal yang Anda Benci tanpa Anda ketahui hakikatnya Ternyata hanya ulah dan Fitnah dari Golongan lain yang berniat ingin Merusak Persatuan Ummat lebih Khusus Keutuhan Negara Kita Ini ! Semoga Bermanfaat :

___________________________________________________________

Abu Zandal :  Saya Yakin bahkan Haqqul Yaqin Iran dan Madzhab Syi'ahnya itu Sebenarnya bikinan yahudi dan sekutu Zionis !

Paijo :  Darimana Anda yakin tentang Tuduhan Itu ? Jika Iran memang Benar Bikinan Zionis, apakah di Iran ada Kantor Konsulat Israel sebagai Penyambung Hubungan Dua Negara tersebut ??

Abu Zandal :  Emang Gak ada tapi Saya tetap Yakin Iran itu Berkomplot dengan Zionis Untuk Merusak Islam !!

Paijo :  Itu Keyakinan Sampean tapi bagi Saya, Untuk mendapatkan satu Keyakinan terhadap Isi satu Berita, Saya Perlu Bukti ! Dan Tadi Anda menjawab Kantor Konsulat Israel di Iran gak ada, Lalu apakah Anda dapat Menemukan Kantor Kedutaan Israel di Iran ??

Abu Zandal : Itu Juga gak ada tapi Percayalah, Meski Iran gak Punya Hubungan Diplomatik dengan Israel tapi Mereka adalah bagian dari Israel !

Paijo : Lagi lagi Silahkan Bila Sampean Berkeyakinan Seperti itu tapi Tolong yakinkan Saya sebelum Saya menuduh Orang lain tanpa Bukti, Pernahkah Anda dengar Teheran Memberikan lahan mereka untuk Pangkalan Militer bagi Israel atau Sekutunya ?

 Abu Zandal : Itu Juga Gak ada Sichh...Tapi Bisa saja Israel membikin Pangkalan Militer di Iran di Tempat yang Tersembunyi Tho ??

Paijo : Heehehehhehe....Asumsi lagi - Lagi lagi Cuma Asumsi !  Sampean Muslim atau Bukan ?

Abu Zandal : Jelas Saya Muslim dan Saya Anti Syi'ah wabil Khusus Anti Iran !!

Paijo : Jika Sampean Muslim, Menduga duga tanpa Bukti itu Ajaran Rasul SAW atau Bukan ? Dari tadi Mulut Sampean ngoceh Pokoknya Iran adalah Bagian dari Zionis, Syi'ah laknat tapi Bukti untuk memperkuat Dugaan Anda malah gak ada !! Sepanjang yang Saya Tahu, Di Iran gak ada Kantor Konsulat Israel atau Kedutaan Besar Israel tapi di Tel Aviv, Anda dapat Menemukan Kantor Konsulat Arab berdiri !!  Di Israel Berdiri konsulat Arab Saudi tapi konsulat Iran ga ada. Dari Hal Ini Saja sudah dapat Membuktikan Nalar Anda Cupet Tho ?? Diamnya Arab Saudi dalam Masalah Palestina saja sudah dapat Membuktikan bahwa Negara ini sedang Mencari Kambing Hitam untuk Membersihkan Diri Mereka dari Dosa abai mereka pada Derita sesama muslim Bukan ?? Bapak Bangsa Kami Ir.Soekarno tahun 1962 dengan Gagah Berani membela Palestina, Sebuah Negara yang jaraknya Ribuan Mil dari Negara kami ! Lalu, Dimana Solidaritas Masyarakat Arab ?? Gak malu ama yang Berhidung Pesek kayak Kami ?? Hehehehehe...:D

Abu Zandal : Eeeeee....Eeeee...Eeeeee....

 Paijo : Sampean ini lama lama kayak Garuda yang Terpaksa harus " Di - Ontakan " ya ?? Nama Asli Wagimo tapi Sekarang Abu Zandal ! Padahal, Nama Wagimo itu bagus lho kenapa malah Ngikutin Abu Jahal ?? Muehehehehhehehhe...:D

 Abu Zandal : Diamputttttt....!!! Aku kalah lagi ama Ahlul Bid'ah !!

" Hikmah "

thumbnail
 Assalamu'alaikum..
Om Swastiastu..
Selamat Siang..
Rahajeng Tengai..



Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah orang muslim yang paling baik ? Beliau menjawab, “Seseorang yang Orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.

Lalu,Apa Bedanya Ucapan Rasul SAW Tersebut dengan Kalimat Ini ??

Wasita Nimitanta manemu laksmi, wasita nimitanta pati kapangguh, wasita nimitanta manemu duhka, wasita nimitanta manemu mitra (Nitisastra, Sargah V. bait 3). Maknanya Ialah : Karena berbicara engkau menemukan kebahagiaan, karena berbicara engkau mendapat kematian, karena berbicara engkau akan menemukan kesusahan, dan karena berbicara pula engkau mendapat sahabat.


Sungguh...Hanya di Nusantara Tercinta ini Engkau Bisa menemukan Berbagai Macam Nilai Nilai Kebaikan.Bukan di Jazirah Arab,Bukan dari Barat atau dari Manapun Engkau Bisa menemukan Hikmah tapi di Nusantara ini bisa Kau Temukan Mutiara !! Rasulullah SAW bersabda; “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi)

" Iman Dekoratif "

thumbnail

Sebagai Seorang Muslim, Terkadang Saya merenung.Sejauh mana peran Agama yang Saya Anut dan Saya yakini ini dalam Proses Menciptakan Tatanan Bermasyarakat Yang Berkeadilan - Beradab - Melindungi Hak Manusia ? Sebagai Seorang Muslim, Saya Jelas mempunyai Tanggung Jawab ( secara Pribadi ) untuk Bisa menjadi Seorang Muslim yang mampu menunjukkan Kepada Orang lain ( Terutama Non Muslim ) bahwa Agama yang saya yakini dan Saya Anut dengan sepenuh Hati ini benar benar adalah Sebuah Agama yang mengajarkan Pemeluknya menjadi Manusia Yang Bisa memberikan rasa Damai dan Tenang bagi Orang lain.
Saya Jelas Meyakini bahwa Islam sebagai salah satu agama di Dunia ini pasti juga tidak lepas dari misi penegakan keadilan. Kata "adil" berasal
dari bahasa Arab adala - ya'dilu - adlan yang berarti tengah-tengah atau egalitarian, persamaan. Seseorang akan dilihat dan dipandang sebagai Orang yang adil Bila Dia Mampu Memberikan Keputusan Yang Imbang ( Tawassuth ). Sebuah Keputusan yang Tidak Berpihak pada Pihak Kiri atau Kanan Kepada Para Pencari Keadilan. Demikian juga orang baru disebut adil kalau
memandang semua orang secara sama harkatnya tanpa
embel-embel jabatan atau kedudukan. Kebalikan adil
adalah Zalim (lalim) artinya Sewenang -wenang, Suka Menindas dan Menganiaya Orang lain.
Dalam Islam Juga Terdapat Pesan Moral yang Berasal dari Tuhan yang mencapai puncaknya dalam misi
rahmatan lil-'alamin, menciptakan rahmat, kedamaian, dan
keadilan dunia. Misi ini terakumulasi dalam lima prinsip
universal (kulliyatul khams), yaitu (1) menjamin kebebasan
beragama (hifdz al-din); (2) memelihara nyawa (hifdz al-
nafs); (3) menjaga keturunan dan profesi (hifdz al-nasl wal-
'irld); (4) menjamin kebebasan berekspresi dan berserikat
(hifdz al-'aql); dan (5) memelihara harta benda (hifdz al-
maal. Dan Kelima prinsip Hukum ini Sekarang Kita kenal Sebagai prinsip - prinsip HAM yang Menjadi Pilar Demokrasi.
Coba Lihat, Betapa Mulia ajaran Agama yang Saya Anut ini. Betapa Islam telah menyuarakan Hak Asasi Manusia jauh Sebelum Bangsa Barat mengkoar - Koarkan Hal Tersebut !! Bahkan Jauh sebelum Perserikatan Bangsa Bangsa lahir, Islam telah menggali Rumusan Hukum demi Tegaknya Keadilan untuk Semua Manusia !! Betapa Islam yang lahir di Jazirah Arab telah Memberi Contoh bahwa Agama ini telah Mendidik Ummatnya untuk Bisa menjadi Hamba Tuhan yang Beradab !!
Tapi Anehnya, saat ini Kerap Kita Melihat Berbagai Pemberitaan di Media bagaimana Masyarakat di Jazirah Arab, Sebuah Negeri dimana Ajaran Islam pertama kali diturunkan malah dengan Bengis menjadi Manusia yang Nihil Adab ! Mungkin, Saya Tidak perlu menceritakan lagi Negara Arab mana saja yang hingga Detik ini layak untuk disebut Aman - Damai dan Menjunjung Tinggi Prinsip Hukum yang diajarkan Oleh Islam tersebut bukan ? Ini ada Apa sebenarnya ?? Bukankah Rumusan Hukum atau 5 Prinsip Hukum diatas dahulu Tertulis dan Terucap dalam Bahasa Arab, Sebuah Bahasa yang pasti dimengerti - Difahami dan Digunakan Oleh Para Manusia yang saat ini tengah Ribut dengan Sesama Muslim tersebut !! Sunny - Syi'ah Ribut, Muslim Membantai Non Muslim tanpa Belas Kasih ( Silahkan Lihat bagaimana dengan Bengis ISIS Membantai Kaum Yazidi hingga Merusak dan Membakar Tempat Ibadah Agama lain ) !!
Kenapa di Nusantara ini, Sebuah Negeri yang jaraknya Ribuan Mil dari Tempat lahirnya Baginda Rasul SAW, Kita malah dengan mudah dapat menemukan Insan Insan yang mampu Mengaplikasikan Ajaran Mulia Islam berupa 5 Prinsip Hukum diatas meski tanpa Aksara Arab ???
Jadi Menurut Saya, Iman Muslim Nusantara Jelas Bukan Iman Dekoratif seperti yang ditampakkan Oleh Para Badui yang Demen Ribut Itu ! Iman Muslim Nusantara adalah Iman Sejati terhadap Kebenaran Kalimat Tauhid dan Ajaran Nabi Muhammad SAW ! Muslim Nusantara Gak Lebay Membikin Teori Teori Bejibun Tentang Tasammuh - Tawassuth atau Tawazzun dalam Beragama dan Gak Sekedar Mudah Menulis Kata Indah tentang Penghargaan Terhadap Hak Asasi Manusia tanpa Aksi ! Di Negara Ini, Islam telah Menjadi Agama yang mayoritas dipeluk dan dianut oleh Penduduknya maka Sikap Lebay - Sok Arab - Sok Menuntut Hak Muslim tapi Melupakan Kewajiban jelas Bukan Sikap yang Baik dan Sikap Tersebut pasti akan Menjadi Preseden Buruk bagi Citra Islam di mata Umat Agama lain Bukan ??
( Mohon Maaf, Tuduhan Bahwa Saya Anti Arab Jelas Salah Alamat tapi Bila Saya disebut Sebagai Orang yang Gak Demen dengan Orang yang Terlalu Sok Ke - Arab Araban mungkin saja Tepat ) ^_^